Sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan bermakna, SMAN 3 Jombang menyelenggarakan kegiatan Outing Class Sejarah bagi peserta didik kelas X dengan tujuan kawasan bersejarah Trowulan, Mojokerto, yang dikenal sebagai pusat peninggalan kerajaan-kerajaan besar di Jawa Timur dan erat kaitannya dengan perkembangan Kerajaan Majapahit. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran luar kelas yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami materi sejarah Indonesia.
Rombongan berangkat dari sekolah pada pukul 07.00 WIB menggunakan tiga bus besar dengan penuh antusiasme. Selama perjalanan, siswa didampingi guru mata pelajaran dan wali kelas yang turut memberikan arahan serta penguatan materi sebelum tiba di lokasi kunjungan.
Adapun situs-situs bersejarah yang dikunjungi meliputi Candi Brahu, Candi Ringin Lawang, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, dan Museum Trowulan. Setiap lokasi memiliki nilai sejarah penting yang menggambarkan perkembangan peradaban di Jawa Timur pada masa lampau.
Di Candi Brahu, siswa mempelajari salah satu bangunan kuno yang diyakini berasal dari masa lebih awal sebelum puncak kejayaan Majapahit, dan sering dikaitkan dengan masa pemerintahan Raja Mpu Sindok. Situs ini menjadi bukti adanya kesinambungan sejarah dari masa kerajaan-kerajaan awal di Jawa Timur hingga berkembangnya Majapahit di kawasan Trowulan.
Selanjutnya di Ringin Lawang, peserta didik diajak memahami tata ruang kota kerajaan melalui gapura megah yang masih berdiri kokoh hingga kini. Kunjungan berlanjut ke Candi Bajang Ratu, yang dikenal memiliki relief indah dan sarat makna sejarah. Sementara itu, di Candi Tikus, siswa dapat melihat kemajuan teknologi pengelolaan air pada masa lampau melalui struktur bangunan yang unik dan sistematis.
Pada setiap situs yang dikunjungi, termasuk Museum Trowulan, peserta didik memperoleh penjelasan arkeologis dan kesejarahan secara langsung yang disampaikan oleh guru sejarah SMAN 3 Jombang, Bapak Maulana Rohmat Hidayatulloh, S.Pd., Gr. Penjelasan tersebut membantu siswa memahami latar belakang situs, fungsi bangunan, proses penemuan, nilai historis, serta keterkaitannya dengan materi pembelajaran sejarah di kelas. Dengan demikian, kegiatan kunjungan tidak hanya bersifat wisata edukasi, tetapi juga menjadi proses pembelajaran lapangan yang mendalam dan terarah.
Setelah rangkaian kunjungan situs candi, rombongan menuju Museum Trowulan sebagai pusat pembelajaran utama. Di area museum, peserta didik melaksanakan istirahat, sholat, dan makan siang dengan tertib dan penuh kebersamaan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penelusuran koleksi museum.
Di Museum Trowulan, siswa menyaksikan berbagai koleksi benda bersejarah seperti arca, gerabah, perhiasan, dan artefak peninggalan Majapahit. Melalui koleksi tersebut, siswa memperoleh gambaran nyata mengenai kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan pemerintahan pada masa lalu. Penjelasan tambahan dari guru pendamping semakin memperkaya wawasan siswa tentang pentingnya sumber sejarah dalam merekonstruksi kehidupan masa lampau.
Guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah melalui pengalaman nyata di lapangan. Pembelajaran sejarah tidak hanya dipahami melalui buku teks, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap sumber-sumber sejarah yang autentik.
Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga melatih peserta didik untuk melakukan observasi, mencatat informasi penting, berdiskusi, serta membuat dokumentasi dan konten edukatif sebagai tindak lanjut pembelajaran. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar tentang masa lalu, tetapi juga mengembangkan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital.
Melalui kegiatan outing class ini, diharapkan peserta didik SMAN 3 Jombang semakin mencintai sejarah bangsa, bangga terhadap warisan budaya Indonesia, serta memiliki kesadaran untuk ikut menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah sebagai identitas nasional.
SMAN 3 Jombang — Berkarakter, Berprestasi, dan Berbudaya.
