Pembuatan Taplak Meja dengan Teknik Gesek Daun oleh Ekstrakurikuler Greenteen

SMA Negeri 3 Jombang sebagai sekolah Adiwiyata terus berupaya mengembangkan kegiatan-kegiatan yang berfokus pada kepedulian terhadap lingkungan, salah satunya melalui ekstrakurikuler Greenteen. Di sana siswa diajarkan untuk bisa peduli terhadap lingkungan dan menghasilkan produk dengan nilai ekonomi tinggi. Siswa diajak untuk mengolah barang yang semula dinilai tidak bermanfaat menjadi produk yang memberi impak terdapat sekitar. Greenteen bukan hanya soal mengolah sampah dan menanam, melainkan memanfaatkan hasil alam dengan metode yang seru dan kekinian.

Jumat, 22 Agustus 2025, ekstrakurikuler Greenteen SMAN 3 Jombang membuat taplak meja dari kain yang sudah dikreasikan dan dihias. Taplak meja dipilih sebagai benda yang diproduksi karena tidak hanya berfungsi sebagai alas meja, tetapi juga sebagai hiasan yang menambah keindahan ruangan.

Pembina ekstrakurikuler Greenteen, Ibu Dra. Wenny Wardhani mengungkapkan, “Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu berkonotasi ‘kotor’ tapi cara kita memandang bentuk dari alam dan memanfaatkannya dengan baik. Daun memiliki beragam bentuk yang unik dan bervariasi, bayangkan jika itu terlukis apik di taplak meja rumahmu. Selain menjadi bentuk peduli kita terhadap alam, hal tersebut juga memberikan impak terhadap ruangan agar terkesan lebih segar dan memanjakan mata.”

Dalam kegiatan tersebut Bu Wenny tidak sendirian. Beliau mengundang tamu istimewa yakni Ibu Istikomah Teguh, seorang aktivis lingkungan yang telah terjun ke dunia lingkungan sejak 2010. Bu Teguh sapaan akrabnya, akan mengajarkan tahapan demi tahapan membuat taplak meja menggunakan teknik gesek daun.

Berdasar pengalaman Bu Teguh, beliau pernah membuat produk batik daun hingga berhasil dijual dengan nilai tinggi, berkisar antara Rp80.000 hingga Rp85.000.

”Dengan cara sederhana ini, kebiasaan mengelola sampah bukan hanya menjaga kebersihan rumah, tapi juga bisa membantu menjaga lingkungan sekitar, sekaligus menambah nilai guna dari sesuatu yang awalnya kita anggap tidak bermanfaat,” jelas Bu Teguh.

Untuk membuat taplak meja dengan teknik gesek daun, terlebih dahulu diperlukan kain polos sebagai media utama. Selain kain, dibutuhkan daun segar yang memiliki urat jelas, seperti daun pepaya atau daun pakis, karena teksturnya akan menghasilkan pola yang menarik ketika dicetak. Cat tekstil akrilik digunakan sebagai pewarna, dengan bantuan kuas untuk mengoleskannya.

Proses pembuatannya dimulai dengan menyiapkan kain di atas meja yang sudah dialasi koran. Daun yang dipilih kemudian diolesi cat menggunakan kuas hingga merata. Setelah itu, daun ditempelkan pada permukaan kain. Dengan menggunakan teknik gesek, daun digosok perlahan agar cat berpindah dan teksturnya tercetak jelas di kain. Proses ini dapat diulang dengan variasi posisi atau jenis daun untuk menciptakan pola yang lebih estetik. Setelah semua motif tercetak, kain dibiarkan mengering.

Pembuatan taplak meja dengan teknik gesek daun merupakan kegiatan kreatif yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan kain polos, daun segar, serta cat akrilik, kita bisa menghasilkan karya seni yang unik dan bernilai estetika tinggi. Selain mempercantik taplak meja, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa peduli terhadap alam karena menggunakan bahan-bahan alami tanpa merusak lingkungan.

Ketua ekstrakurikuler Greenteen, Renno Biandika di akhir kegiatan menyampaikan, “Taplak meja yang dibuat bukan semata barang sekali pakai, melainkan dapat dicuci kembali bila terkena noda. Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak memanfaatkan hasil alam semaksimal mungkin, sebab mereka dapat menghasilkan barang yang bernilai jual tinggi, menambah estetika, serta dapat digunakan dalam waktu yang lama.”

Kegiatan ini diharapkan tidak akan hanya berpengaruh pada diri sendiri, tetapi juga membawa pengaruh besar terhadap lingkungan. Karena kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana di rumah, seperti membuat produk yang dibuat oleh Ibu Teguh, yaitu taplak meja dengan teknik gesek.

Melalui artikel ini juga, diharapkan pembaca dapat lebih menghargai alam sekitar dengan memanfaatkan kekayaan yang ada menjadi karya seni yang bermanfaat. Taplak meja hasil teknik gesek daun tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa diwujudkan melalui cara sederhana dan penuh kreativitas.

Oleh: Jurnalistik PLASMA SMAN 3 Jombang.